Kembali
Apa sebenarnya yang kita cari dalam hidup?
Pertanyaan ini ternyata tidak ada habisnya berputar-putar di kepala bahkan saat aku sudah menginjak kepala tiga. Aneh mungkin, sedewasa ini masih saja bolak-balik mempertanyakan jati diri. Tapi dunia memang semenyebalkan itu. Ia membuat kita sering keluar dari haluan. Ketika jalan udah terang ke depan, eh ditarik ke pinggir agar fokusnya terbagi dengan yang lain. Lalu terlena, lalu lupa jalan kembali lagi.
Tertatih-tatih rasanya hendak kembali. Seperti ada kabut yang sengaja menghalangi ketika ingin menggapai setitik terang. Seakan di padang pasir, lalu aku mengambil setitik air dengan tangan. Namun ketika hendak menteskannya, ada plastik yang membuat tetesan airnya tak jatuh ke tenggorokan. Barangkali, aku sudah lupa caranya kembali hingga hatikupun menghalangi.
Lalu Allah, mengentuk sepertiga malam yang selalu kuabaikan. Dengan gerakan yang belum sepenuhnya kupahami dengan hati, aku memaksa untuk mencari, mencoba meraih kembali. Bersila sebelah kiri, aku benar-benar merasa apapun yang kulakukan selama ini tak ubahnya angin lalu lalang. Lewat.
Aku tak tau pasti. Tapi mungkin, selama ini aku mulai lupa tujuan setiap langkah-langkah yang kuusahakan. Ridho Allah.
Yah, aku lupa mengembalikan semua pada Ridho-Nya.
Sembari beristighfar, An.
04.15 WIB


Komentar
Posting Komentar