About My Research (Nyasarnya Banyak)







Siang temen-temen…
Assalamualaikum….
Salam sejahtera buat kita semua.
Eh, baru aja nulis tentang “orang ketiga” sekarang ada yang pengen kuceritain lagi nih. Sebenernya pengen tak jadiin satu tadi, tapi kayaknya gak matching deh! Yuk, langsung simak!
Nah, ini tentang betapa bersyukurnya aku tenggelem sampe megap-megap (alay banget!) ke samudra kimia. Di masa-masa proposal dan penelitian ini, aku mendapati banyak hal. Kemarin, ada temen dari universitas Sukabumi yang belum pernah kutemui, nanya apa ada yang jualan enzim amilase? Katanya buat penelitian. Siapa tau ada yang jual eceran di sini, soalnya jarang banget yang jualan bahan kimia eceran.
Kalian tau harga enzim berapa per mL nya? Ratusan ribu pemirsaaaaaa!!! Itu satu mL lhoh!
Enzim amilase itu, enzim yang dihasilin di mulut buat metabolisme makanan dalam tubuh. Jadi proses makanan dalam mulut itu dibantu sama enzim amylase. Coba bayangin kita makan tiap hari berapa porsi? Belum jajan-jajanannya. Setiap kunyahan, anggap saja ada sekitar 2 mL enzim amylase yang dibutuhkan. Kalau kita ngunyahnya berpuluh-puluh bahkan beribu-ribu kali dalam sehari, berapa L enzim yang dihasilkan?
Mungkin kalian bertanya, kenapa tidak mengambil enzim amylase dari ludah aja? Ya bisa siiih. Tapi dalam ludah tidak hanya enzim amylase aja yang dihasilkan. Kali aja ada sisa makanan yang ngikut, gimana? Hehehe Jadi kita butuh enzim yang murni. (sekedar info, penelitianku bukan tentang enzim siih… tapi sedikit banyak aku sudah pernah mempelajarinya.)
Itu masih satu enzim. Belum enzim yang ada di lambung, usus besar, usus halus, pancreas, hati dan lainnya. Waaaah, jika kita disuruh bayar setiap mL enzim yang dihasilkan, sampe kiamatpun gak bisa bayar hutang! Iya gak?
Subhanallah.... Allah emang paling tercinta deh!
Gitu manusia disuruh bilang “Alhamdulillah” aja beratnya udah kayak ngangkat Semeru! Hhh,
Jika dulu aku pernah berkata,
“jangan ngambil kimia. Berat. Kamu gak akan kuat. Biar aku saja.”
Sekarang ganti,
“ayo ambil kimia. Insyaallah manfaat. Asal niat.” Hehehe
Begitulah kiranya hal kecil yang jarang sekali kita sadari dalam kehidupan. Ilmu sains yang paling dekat dengan kita itu ya tubuh kita sendiri. Atom-atom adalah miniatur kecil dari kehidupan. Percaya deh, kerja atom itu gak jauh beda sama kita. Jika kalian berpikir atom-atom itu adalah bagian terkecil menurut kita, sebenarnya kita adalah atom-atom kecil dari kacamata Tuhan. Cuma sekecil atom aja lagaknya koyo zok-zok’o! hahaha
Segitu aja deh cuap-cuap kali ini. Insyallah kalau ada yang lain, tak bagi sama kalian. Sama-sama atom mah harus saling bertukar elektron kalau ada yang kekurangan. Biar sama-sama stabil. Iya gak? Hehehe
Udah deh.
Dibuka dengan selamat siang, ditutupnya sama selamat sore deh.
Wassalamualaikum….
![]()
Assalamualaikum temen-temen…
Di tulisan kali ini, aku pengen cerita tentang kimia nih. Bukan kimia secara keseluruhan sih… Cuma pas pelajaran barusan, tiba-tiba aja kepikiran gitu deh. Hehehe
Barusan aku pelajaran kimia katalis yang bahas tentang mekanisme reaksi asosiatif dan disosiatif. Nah, secara umum nih kalau mekanisme reaksi disosiatif itu misalnya ada senyawa AB trus ada C yang mau berikatan sama A. Lha si A ini nglepasin B dulu, baru berikatan sama C membentuk AC. Kalau asosiatif, senyawanya sama ya, si C mau berikatan sama A ini langsung nempel aja gitu ke AB membentuk ABC. Setelah itu, baru deh B terdesak keluar dan jadinya AC.
Pasti kalian bertanya, trus apa hubungannya?
Nah, reaksi disosiasi dan asosiasi ini bisa dianalogikan dengan cinta lhooo…. (ceileeeh, cinta lagi dah. Hahaha)
Ibarat A dan B adalah pasangan, sedangkan C adalah orang ketiga. Ketika reaksi disosiatif, A sama B putus dulu sebelum kemudian menjalin sebuah hubungan dengan C. Entah kenapa A sama B putus, padahal mereka udah dekat banget gak sih? Dalam alphabet maksudnya. Yaah, mungkin C punya pesona yang lebih bersinar daripada B, makanya A tertarik. Hhh,
Beda nih sama reaksi asosiatif, yang kubahasain kasarnya kayak ‘pelakor’ (eak! Kekinian bilang pelakor! Padahal baru-baru ini aja tau pelakor…hahaha). Tak halusin lagi deh bahasanya, Orang Ketiga. Si C ini gak nunggu A sama B putus, eh main nempel aja trus desak-desak si B biar cepet pergi. Nyebelin gak sih?!!
Ya kan seharusnya kayak reaksi disosiatif dulu. Tunggu sampe A sama B putus, baru deketin dah! Lha klo belum putus dan gak putus, ya janganlaaah…..
Yaah, mungkin itu sedikit analogi gilaku dari pelajaran hari ini. Hehehe
Jujur, aku lebih nyantol pake analogi daripada fokus pada teori. Mbosenin! Iya gak sih?? Eh, jangan ditiru deh. Sesat! Tapi kalau kalian mau, ya silahkan. Hehehe
Udah ya.
Sekian.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Yang biasanya suka masak, angkat tangan! (Nyembunyiin tangan dibelakang punggung sambil pura-pura gak dengar.😅)
Nah, ini ada info baru buat yang hobi masak..
Buat yang lebih suka bikin bumbu sendiri, kita bisa buat bumbu awet tanpa bahan pengawet. Mau kepoin caranya? Yuk, capcus aja.
Lemak, bisa digunakan sebagai bahan pengawet lho... Itu jadi alasan knapa pas ibu-ibu pengen bumbunya awet, digoreng dulu. Nah, disini ada alternatif lain pengawetan bumbu tanpa minyak goreng.
Sebenernya, bahan-bahan yg kita buat menjadi bumbu itu mengandung minyak. Misalnya, kunyit, bawang merah, bawang putih, cabai dsb. Jadi kita hanya perlu mengeluarkan minyak yang terkandung dalam bahan bahan bumbu tersebut. Caranya, panasin aja bumbunya dengan api yang kecil. Pemanasan ini bisa untuk menguapkan kandungan air dalam bumbu. Jadi, mikroorganisme tidak dapat tumbuh dalam bumbu yang kita buat. Selain itu, pemanasan ini untuk memecah ikatan antara lemak dengan protein sehingga lemak dapat keluar dari bahan-bahan tersebut dan (insyaallah) dapat mengawetkan bumbu kita.
Selamat bereksperimen...
Smoga bermanfaat...
Insyaallah.
Oh iya, laboratorium terkeren kita itu Dapur. Hahaha
Ilmu by bu Akyunul Jannah, MP
Tidak ada bahan yang berbahaya, tapi apapun yang digunakan secara berlebihan pasti berbahaya.
Pernah dengar kalam Tuhan,
وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A`raaf : 31)
Nah, begitupun dengan senyawa kimia. Sebenarnya tubuh kita adalah pusat dari semua reaksi kimia. Reaksi apapun ada di dalam tubuh kita. Senyawa apapun pasti bisa ditemukan di dalam tubuh kita. Bayangkan seberapa sibuknya tubuh kita mengatur semua senyawa kimia yang masuk dalam tubuh dan menjadikan kita dapat bernafas, bergerak, melihat dan lain sebagainya. Eh, jangan salah. Ingat, oksigen juga bahan kimia lho....
Jadi, klo anak kimia tidak pernah berfikir 'subhanallah', berarti ada yang salah dengan pikirannya. Ups! Maaf kasar... Hehehe
Dan buat temen-temen, yuk sisihin pemikiran kalau anak kimia itu cuma bisa buat bom aja. Kita bukan pembuat bom kok... Klo disuruh bikin, bisa aja sih. Tapi bom Cinta. Lhoh! Ngelantur. Hahaha
Disini, saya hanya mencoba untuk membagi ilmu yang saya dapat di perjalanan studi saya. Smoga bermanfaat ya....
Kimia?
Hal pertama yang terlintas ketika mendengar kata kimia, pasti satu hal. Apa?? BOM! 🔥💥🌟💫🌟💢
Iya gak?? 😄
Sebenernya kimia gak se-ekstrim itu kok.... (Meskipun awalnya aku juga pernah berpikir gitu sih.😂). Aku juga gak tau kenapa aku berguling-guling di sekitar hal paling imut yg bahkan tak bisa diliat mata telanjang (apa disuruh pake baju ya matanya?😄). Siapakah dia? Yaps. Mr Atom tercinta...
Ssst. Jangan bilang siapa-siapa ya klo perhatianku ke Mr atom lebih besar daripada ke dia.😯 Dia siapa?? Ya dia pokoknya. Meskipun gak tau siapa, ya pokoknya dia.😄
Eh, sebenernya tubuh kita itu pusat reaksi kimia lho...
Semua jenis reaksi di tubuh kita lengkap deh. Mau reaksi apa?? Pembakaran? Pembentukan? Pemecahan?? Sampe reaksi cinta pun Mr atom ikut andil lho... Kurang apa tuh Mr Atom.😘
Makanya diperhatikan dikit tuh. Biar gak cemburu buta... Ntar klo ngambek, Mr Atom bisa balas dendam lho. Gimana klo pas pembentukan DNA, Mr atom ngilang satu? Waaah, bisa kacau nanti.😁
Pernah denger. Katanya sesuatu yg besar itu berasal dari sesuatu yg kecil. Iya ta? Aku cuma denger denger sih... 😮
Nah, kimia itu ke poin Mr atom sampe akar akarnya deh. Bahkan Mr atom maunya pasangan sama siapa, kita yang cari tau juga. Mr atom geraknya gimana, juga kita kepoin. Karna saat Mr atom kehilangan elektronnya, dia akan jadi Mr Radikal yang bakal berbahaya banget buat tubuh kita. Zat yg seharusnya dibuang, bakal ditahan sama si radikal. Ngeri kan?? 😱
Sebenernya atom atom gak ada yang bahayain kok...
Yang bahaya itu klo kelebihan. Tuhan udah bilang kan dalam Firman-Nya, klo sesuatu yang berlebihan itu gak baik?
Misalnya nih, zat besi. Bahasa kerennya Ferron (Fe).✌
Zat besi emang berguna buat tulang kita, pake banget malahan. Tapi dengan kadar yang secukupnya. Klo kelebihan, seperti penderita Thalesmia? Si zat besi bisa ngerusak kinerja organ lain lho...
Tuh kan. Kimia gak hanya tentang bom.😄
Kimia itu tentang kita dan alam. Kata pak dosen, kimia itu the central of life. (Ceileh pake bahsa inggris😂). Kan the mother of science itu, Matematika. Pengembangannya matematika itu, fisika. Pengembangannya fisika, itu kimia. Pengembangannya kimia, itu biologi. Dan pengembangannya biologi, itu kehidupan.
Nah kan, kimia di tengah-tengah... 😂
Untuk para kimiawan dan calon kimiawan yang terkadang udah pengen nyerah, dan milih nikah aja(termasuk saya... 😅 cuma kadang lho.😜), yuk kita kepoin Mr paling imut di dunia ini. Dia mengajarkan kita banyak hal tentang kehidupan lho...
Oh iya, kimiawan itu bukan yang selalu keluar masuk lab dengan jas yang sok keren aja lho. Siapapun kalian, kalian adalah kimiawan sejati. Setiap hari, kalian udah ngelakuin reaksi kimia di dalam tubuh kalian. Hanya saja gak sadar... Itu aja kok.
Yuk kenali Mr Atom, kenali diri kita.😊
#kitabukanpembuatBom
Only girls with a thousand words
Copyright © 2013 Tulisane Anna .