OTW Jejak Restu

 

Ku pikir, menuliskan kisahku dan suami di Instagram ketika mengikuti challenge 30 Hari Bercerita 2026 kemarin akan memuaskanku, tapi ternyata tidak. Masih ada yang meronta-ronta dari dalam ingin bercerita lebih banyak. Batas kata di sosial media -apalagi aku pake carousal editing canva, kata-kataku menjadi terbatas. Padahal banyak sekali yang bisa di cie-ciein. >_<

Aku dulu aktif di blog. Nulis diary, opini, cerita random, dan apapun yang tiba-tiba saja pengen ditulis. Namun tulisan terakhirku sepertinya tahun 2020, enam tahun yang lalu. Sebelum aku bertemu dengan seseorang yang aku tak perlu lagi mencurahkan segala perasaanku pada tulisan, tapi langsung kepadanya (cie-cie in gak?).

Nah, tentu saja aku ingin sekali mengabadikan cerita kami. Biar kalau anak-anak -muridku juga- bertanya bagaimana ceritaku bertemu dengan suami, mereka tinggal baca blog-ku saja. Hehehe

Sempat kepikiran buat menghapus tulisan-tulisan lama, karena tak ingin nantinya dihubung-hubungkan dengan cerita yang pernah. Yaaah, meskipun siapa juga yang kepo ya kan? Tapi setelah kupertimbangkan lagi, biar saja tulisan-tulisan itu tetap ada, sebagai pengingat jika aku berhasil bertumbuh sejauh ini. Toh, tulisan-tulisan itu tidak salah sampai aku harus menyingkirkannya. (emot berkaca-kaca). Gini kalau nulis kebiasaan pake emot, jadi gemes pengen ngasih emot. Hahaha

Jadi, let’s start Jejak Restu!

Yang perlu kuingat agar tulisan ini tidak berhenti di tengah jalan, aku menulis cerita ini untuk diriku sendiri, bukan orang lain. Dan jika ada kalian yang membacanya, terimakasih sudah mampir. ^_^


 Salam, An. (05.58 WIB)

Komentar

Postingan Populer