Teriakan Tengah Gerbang
Sekolah tempat terapi Raka sedang renovasi. Jadi, mulai kemarin gerbang depan ditutup dan kami diminta untuk lewat belakang. Seperti biasa, setelah Raka masuk, aku dan suami menghabiskan waktu di alun-alun Bangil dan kembali lima menit sebelum Raka keluar kelas. "mas, Raka naik depan saja, ya," bilangku. Setiap kali naik di belakang, Raka selalu minta berdiri. Megangin terus selama 45 menit perjalanan, cukup membuat tanganku lelah karena Raka sambil nyandar. Lebih mending dia tidur saja seperti ketika berangkat meskipun tanganku kebas. "Raka, Raka di depan ya." Ayahnya menata tas-tas di cantolan agar cukup untuk Raka berdiri. "en-dong." Raka menjulurkan tangannya padaku. "berdiri aja ya, nak." Aku memohon. "en-dong!" Perintahnya sambil wajah merengak. Aku dan suamiku saling berpandangan dan akhirnya mengalah. Raka berdiri di belakang. Setelah memastikan semua sudah siap, ...






