Ayam yang Lebih Besar
Hari ini, aku makan ayam krispi yang lebih besar. Tak seperti biasanya, siang tadi aku tidak 'njajan' apapun selagi menunggu Raka terapi. Hanya sebotol sinom dingin yang dinikmati berdua. Kami sama-sama mengantuk, sama-sama lelah. Bisa sampai di tempat terapi tanpa mata terpejam di atas motor saja sudah bersyukur. Sepertinya, bahu suamiku membiru karena kucubiti selama perjalanan. Kepalaku pusing, perutku sakit. Jadi untuk menelan makanan saja rasanya enggan. Akhirnya kami memilih tempat paling pojok untuk sekedar meluruskan punggung dan memejamkan mata. Suamiku cepat sekali tertidur. Namun aku tidak bisa memejamkan mata. Pusingnya mengganggu. "yang, kurang lima menit lagi," bilangnya, berniat membangunkanku. Aku menoleh seolah menegaskan kalau aku tidak tidur. "Lumayan, ketliyep." Deretan giginya menunjukkan kalau ia cukup senang bisa terlelap sebentar. Meksipun sebenarnya suara ngoroknya terdengar cukup keras dari belakang ke...









