Sawi dan Grup Buah
Layaknya sawi yang berada di tengah-tengah apel, durian, mangga dan pisang. Begitulah yang kurasakan tempo hari.
Sawi menyadari hakikatnya sebagai makanan. Tujuannya menjadi sumber energi untuk makhluk hidup yang memakannya. Apel, durian, mangga dan pisang pun seharusnya begitu. Namun ternyata, beberapa buah memilih untuk 'mangkir' dari tujuannya. Mereka berada di etalase dan mengkerdilkan sayuran yang dijual per-ikat oleh pedagang.
Saat sawi tiba-tiba ikut dipajang di etalase, ia mendadak canggung. Ia mencoba berbaur dengan buah, tapi tetap saja terasa aneh. Ketika lonceng toko berbunyi, sawi sudah mempersiapkan diri jika ada pembeli yang mengambilnya. Tapi tidak dengan apel, durian, mangga dan pisang. Mereka tau mereka buah, tapi memilih untuk tidak ingin menjadi santapan.
Lagi-lagi sawi canggung. Ia jadi berpikir, apakah menjadi makanan yang sudah hakikatnya itu salah? Apakah yang terbaik memang hanya terpajang di etalase?
Lalu sawi sadar. Keberadaannya sudah bertujuan. Ke-sayur-annya tidak lantas membuatnya rendah di antara buah. Keberbedaannya justru akan menjadi pengingat bahwa etalase dingin tidak bisa membuat mereka berhenti dari pembusukan selamanya. Dan jika sudah seperti itu, kemana lagi mereka akan menuju jika bukan tempat sampah?
Yah, sawi sudah benar. Hakikatnya tidak bisa ditawar.
Tentu saja ini bukan tentang sawi dan buah.
Kaki Arjuna, 100926
(20.39 WIB)

Komentar
Posting Komentar