Jika Bukan Dia - Jika Dia Bukan - Bukan Jika Dia
Tuhan...
Terimakasih karena telah mengutus seorang lelaki rupawan akhlaknya ke dunia ini dan mengenalkanku padanya. Meskipun aku masih belum pernah bertemu dengannya, aku belajar banyak hal dari kekasih-Mu itu. Sebelum aku mengirim sepenggal suratku padanya, bolehkah aku meminta izin dari-Mu terlebih dahulu? Tuhan, aku percaya kamu gak bakalan cemburu meskipun ada ciptaan-Mu yang mencintainya kan? Baiklah, surat ini untuk kekasih-Mu.
Kekasih Tuhanku, terimakasih karena ada di dunia ini dengan membawa lilin di tengah gelapnya hutan fatamorgana yang berisi banyak binatang buas. Terimakasih karena mengenalkan nenek moyangku pada Tuhan dan akhirnya membuatku mengenal-Nya juga. Jika tanpa kedatanganmu, mungkin aku akan mengenal matahari yang memberiku kehangatan, mungkin aku akan mengenal bulan yang memberiku cahaya di tengah malam, mungkin aku akan mengenal laut sebagai pemberi makan dan bisa jadi aku malah mengenal mesin-mesin sebagai penolong setiap masalahku. Karena kahadiranmu, aku jadi tau bahwa Tuhankulah yang melakukan semuanya.
Utusan Tuhanku, terimakasih karena telah mengajarkanku banyak hal. Mungkin aku bukanlah siswi yang baik, namun sebisa mungkin ku jadikan engkau sebagai acuan rutinitasku. Salah satunya aku belajar mengendalikan hati darimu.
Muhammadku, aku adalah orang yang tak pandai mengendalikan hatiku. Mungkin aku masih bisa mengendalikan amarah dengan menangis diam-diam di depan Tuhan, tapi aku masih belum bisa dirimu. Pernah ada orang bilang, katanya ‘sabar itu ada batasnya. Ikhlas yang gak ada batasnya’. Sepertinya net sabarku seperti net dalam permainan bola voli yang dilakukan oleh semut. :(
Cahaya hidupku, aku pernah menyayangi salah satu ummatmu melebihi sayangku padamu. Bahkan aku lebih sering menyebut namanya daripada namamu di dalam doaku. Dengan mengkhianatimu, bagaimana mungkin aku masih berani mengajukan berbagai permintaan pada Tuhanku? Karena itu, saat Tuhan mematahkan hatiku, aku yakin Dia sebenarnya memberikan kesempatan padaku untuk mencintaimu dan Dia kembali.
Mengabaikan cintamu dan cinta-Nya di setiap oksigen yang dibawa oleh darah menuju akalku, sepertinya aku sudah menjadi pengkhianat sejati. Menggadaikan rasa maluku dengan menuntut cerita yang bahkan belum Tuhan intipkan untukku. Pemimpinku, bolehkah aku mencintaimu kembali? Bolehkah aku mendamba cintamu dan dan cinta-Nya kembali?
Di atas hamparan kegersangan akal yang sudah membabi buta, di atas bumi-Nya yang semakin renta, dan di bawah langit-Nya yang kian merendah, kuharapkan pertolonganmu di hari akhirku nanti. Terimakasih karena sudah mengenalkan Tuhan kepadaku.
Dan Tuhanku, terimakasih karena telah mematahkan hatiku.
An230117
Kisah ini tentang Worta-yeon, Brokoli-hye, dan Jagung-in. Ah, darimanakah aku harus bercerita? Dari sudut pandang siapa yang ingin paling bikin kalian penasaran?? Gimana kalau dari sudut pandang worta-yeon?
Worta-yeon.
Aku terlahir menjadi salah satu bagian dari tumbuhan. Menurut ilmu anatomi yang pernah ku dengar, di buku manusia aku disebut sebagai akar. Yah, aku adalah bagian yang tumbuh di dalam tanah. Tapi aku tak menyesali itu sedikitpun. Di dalam tanah tidak segelap yang mereka bayangkan. Hampir setiap saat ada hewan-hewan kecil yang kadang manari-nari menghiburku dan teman temanku yang lain. Ah, manusia sering menyebutnya konser. Bahkan kita pun juga memiliki jadwal konser sendiri.😄
"Eh, tau gak. Kita termasuk wortel yang beruntung kalau bisa menjadi salah satu bagian jus". Seru salah satu temanku, worta-man, memicu percakapan.
"Setuju! Kalau jadi jus, kita bisa menempati ruangan kita sendiri. Dan jika nasib kita mujur, ruangan kita terkadang terbuat dari kaca." timpal worta-hyun
"Oh ya? Ku dengar katanya kita juga ditempatkan di atas meja podium ya??" saut worta-sung.
"Waaah... Senengnya. Jadi gak sabar pengen segera keluar dari sini. Rasanya udah lelah tiap hari harus mendorong tanah disekelilingku tiap kali tubuhku membesar." celetuk worta-ri yang berada di sampingku.
Benarkah? Apakah menjadi jus adalah satu-satunya nasib yang paling beruntung?
"Kalau kamu gimana worta-yeon? Kamu juga pengen jadi jus kan?" worta-ri menyenggol bahuku.
Aku tersenyum dengan memamerkan sedikit gigiku dan menggelengkan kepalaku pelan. "Enggak... "
Mendengar jawabanku, secara serentak semua penghuni tanah menolehkan kepala mereka padaku. Mendapat respon seperti itu, tentu saja membuat jantungku seakan berhenti berdetak. Aku tak mengira kalau mereka akan seterkejut itu.
"Waaah, kamu gak waras deh kalau gak pengen jadi jus." celetuk suara yang langsung mendapat persetujuan semua penghuni.
"Kenapa?" tanyaku tak mengerti. Gak ada yang salah meskipun aku tak ingin menjadi jus. Iya kan?
"Gak normal kayaknya kamu. Coba sebutin alasan kenapa kamu gak pengen jadi jus?"
Jujur, aku bukan orang yang suka berbicara kalau tidak ada alasan yang membuatku bicara. Menurutku, pendengar yang baik lebih keren kan? -pose Vline-. Aku menghela nafas panjang sebelum mengangkat suaraku. Sebisa mungkin aku menatap balik mata-mata yang menatapku tajam dengan sebiasa yang aku bisa.
"Setauku, kita ada untuk dimanfaatkan oleh manusia. Iya kan?" aku melihat ada beberapa yang mengangguk pelan, ada juga yang memicingkan matanya seakan baru pertama kali mendengarnya. "Menurutku, jadi jus bukan satu-satunya hasrat kita dicap sebagai wortel yang beruntung. Oke. Bisa jadi kita memang terlihat istimewa jika menjadi jus. Di pajang di estalase toko mereka, mendapat ruangan sendiri, terbuat dari kaca kayak sepatu cinderella dan mungkin bisa juga emas. Tapi itu hanya bermanfaat untuk manusia yang mempunyai lembar bernominal banyak, sedangkan tidak untuk mereka yang bahkan tidak punya lembar bernominal hanya logam dengan dua angka kosong dibelakangnya? Mereka tidak bisa memanfaatkan kita. Karena itu aku gak mau menjadi jus"
"Trus, kamu pengen jadi apa?"
To be continue...
Yang biasanya suka masak, angkat tangan! (Nyembunyiin tangan dibelakang punggung sambil pura-pura gak dengar.😅)
Nah, ini ada info baru buat yang hobi masak..
Buat yang lebih suka bikin bumbu sendiri, kita bisa buat bumbu awet tanpa bahan pengawet. Mau kepoin caranya? Yuk, capcus aja.
Lemak, bisa digunakan sebagai bahan pengawet lho... Itu jadi alasan knapa pas ibu-ibu pengen bumbunya awet, digoreng dulu. Nah, disini ada alternatif lain pengawetan bumbu tanpa minyak goreng.
Sebenernya, bahan-bahan yg kita buat menjadi bumbu itu mengandung minyak. Misalnya, kunyit, bawang merah, bawang putih, cabai dsb. Jadi kita hanya perlu mengeluarkan minyak yang terkandung dalam bahan bahan bumbu tersebut. Caranya, panasin aja bumbunya dengan api yang kecil. Pemanasan ini bisa untuk menguapkan kandungan air dalam bumbu. Jadi, mikroorganisme tidak dapat tumbuh dalam bumbu yang kita buat. Selain itu, pemanasan ini untuk memecah ikatan antara lemak dengan protein sehingga lemak dapat keluar dari bahan-bahan tersebut dan (insyaallah) dapat mengawetkan bumbu kita.
Selamat bereksperimen...
Smoga bermanfaat...
Insyaallah.
Oh iya, laboratorium terkeren kita itu Dapur. Hahaha
Ilmu by bu Akyunul Jannah, MP
Tidak ada bahan yang berbahaya, tapi apapun yang digunakan secara berlebihan pasti berbahaya.
Pernah dengar kalam Tuhan,
وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A`raaf : 31)
Nah, begitupun dengan senyawa kimia. Sebenarnya tubuh kita adalah pusat dari semua reaksi kimia. Reaksi apapun ada di dalam tubuh kita. Senyawa apapun pasti bisa ditemukan di dalam tubuh kita. Bayangkan seberapa sibuknya tubuh kita mengatur semua senyawa kimia yang masuk dalam tubuh dan menjadikan kita dapat bernafas, bergerak, melihat dan lain sebagainya. Eh, jangan salah. Ingat, oksigen juga bahan kimia lho....
Jadi, klo anak kimia tidak pernah berfikir 'subhanallah', berarti ada yang salah dengan pikirannya. Ups! Maaf kasar... Hehehe
Dan buat temen-temen, yuk sisihin pemikiran kalau anak kimia itu cuma bisa buat bom aja. Kita bukan pembuat bom kok... Klo disuruh bikin, bisa aja sih. Tapi bom Cinta. Lhoh! Ngelantur. Hahaha
Disini, saya hanya mencoba untuk membagi ilmu yang saya dapat di perjalanan studi saya. Smoga bermanfaat ya....
Only girls with a thousand words
Copyright © 2013 Tulisane Anna .